Analisis Cerpen: Terima Kasih, Matahari
Terima Kasih, Matahari
“Aduh, panas sekali!” keluh Heri sambil mengusap keringat di dahinya. Siang itu, cuaca memang sedang cerah. Matahari bersinar terang. Udara terasa panas terik dan kering. Heri yang sedang bermain bola di halaman rumah berulang kali mengeluh.
Mendengar keluhan Heri, Ayah segera menghampirinya.
“Mengapa kamu mengeluh terus, Nak?” tanya Ayah.
“Sinar matahari menyengat sekali, Yah. Udara terasa panas terik. Aku lebih suka matahari berlindung di balik awan,” jawab Heri dengan nada kesal.
“Hmm … coba Heri pikirkan, bagaimana jika matahari tiba-tiba menghilang dalam waktu lama?” tanya Ayah.
Heri tampak berpikir sejenak, “Hmm … bumi akan gelap, lalu suhu udara akan menjadi dingin karena tidak ada matahari. Tanaman tidak dapat tumbuh subur karena tidak ada sinar matahari. Betul, kan, Yah?” tanya Heri setelah mengingat-ingat pelajaran IPAS di sekolah.
“Betul sekali. Namun, tidak hanya itu. Tanpa matahari, tidak akan ada kehidupan di bumi. Hal itu disebabkan matahari adalah sumber kehidupan. Semua makhluk hidup di bumi memerlukan matahari,” jelas Ayah.
“Oh, begitu, ya, Yah,” ujar Heri yang serius mendengarkan Ayah.
“Jadi, kita harus selalu bersyukur kepada Tuhan bahwa matahari masih bersinar. Artinya, masih ada kehidupan di bumi,” tambah Ayah.
“Aku jadi malu, Yah. Tidak seharusnya aku mengeluh. Aku berjanji tidak akan mengeluh lagi. Ternyata, semua cuaca itu baik dan membawa kebaikan. Terima kasih, matahari,” tutur Heri berkelakar. Ayah pun tertawa mendengarnya.
****
1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut
a. Mengapa Heri mengeluh?
Heri mengeluh karena cuaca sangat panas. Sinar matahari terasa menyengat sehingga Heri merasa kepanasan saat bermain bola di halaman rumah.
b. Menurutmu, siapa tokoh utama dalam cerita tersebut? Jelaskan alasannya.
Tokoh utama dalam cerita tersebut adalah Heri, karena Heri paling sering muncul dalam cerita dan seluruh peristiwa berpusat pada pengalaman, keluhan, serta perubahan sikap Heri.
c. Bagaimana sifat tokoh Heri? Tuliskan bukti dari cerita.
Sifat tokoh Heri:
- Mudah mengeluh, dibuktikan dengan kalimat: “Aduh, panas sekali!” keluh Heri…
- Mau belajar dan menyadari kesalahan, dibuktikan dengan kalimat: “Aku jadi malu, Yah. Tidak seharusnya aku mengeluh.”
d. Bagaimana sifat tokoh Ayah? Tuliskan bukti dari cerita.
Sifat tokoh Ayah:
- Bijaksana dan sabar, dibuktikan dengan kalimat: “Coba Heri pikirkan, bagaimana jika matahari tiba-tiba menghilang…”
- Memberi nasihat, dibuktikan dengan penjelasan Ayah tentang pentingnya matahari bagi kehidupan.
e. Apa nasihat yang diberikan Ayah kepada Heri?
Ayah menasihati Heri agar bersyukur kepada Tuhan karena matahari masih bersinar, karena matahari adalah sumber kehidupan dan semua makhluk hidup di bumi membutuhkannya.
f. Apa amanat atau pesan cerita tersebut?
Amanat cerita tersebut adalah kita harus selalu bersyukur dan tidak mudah mengeluh, karena segala sesuatu yang diciptakan Tuhan, termasuk cuaca dan matahari, memiliki manfaat bagi kehidupan.
2. Kalimat langsung dan tidak langsung
Kalimat langsung dalam cerita:
- “Aduh, panas sekali!”
- “Mengapa kamu mengeluh terus, Nak?”
- “Aku jadi malu, Yah. Tidak seharusnya aku mengeluh.”
Kalimat tidak langsungnya:
- Heri mengeluh bahwa cuaca terasa sangat panas.
- Ayah bertanya kepada Heri mengapa Heri terus mengeluh.
- Heri mengatakan kepada Ayah bahwa Heri merasa malu dan tidak seharusnya mengeluh.
.png)
Posting Komentar untuk "Analisis Cerpen: Terima Kasih, Matahari"