Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Materi Matematika Kelas 6 – Bab 3: Kubus dan Balok (Sub-bab: Lokasi pada Sistem Berpetak)

Materi Matematika Kelas 6 – Bab 3: Kubus dan Balok



Sub‑bab: Lokasi (Letak Koordinat pada Sistem Berpetak)


1. Standar Kompetensi & Kompetensi Dasar

Kompetensi Inti (KI)Kompetensi Dasar (KD)Indikator Pencapaian
KI 3 – Memahami pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada bidang matematika3.4 Menentukan lokasi pada sistem berpetak; 3.5 Menentukan jalur dan jarak horizontal‑vertikal antara dua titik1. Menyebutkan dan menuliskan koordinat (huruf, angka) suatu titik pada bidang berpetak.
2. Menghitung jarak horizontal & vertikal antara dua titik.
3. Menentukan jalur terpendek (jumlah langkah) antar‑titik.
4. Menerapkan koordinat pada penempatan kubus/balok serta pada peta sederhana.

Sumber: Kurikulum Merdeka, Matematika Kelas VI (Buku teks resmi Kemdikbud)[4]


2. Konsep Dasar

2.1 Sistem Berpetak (Grid)

  • Garis Vertikal → diberi label huruf (A, B, C, …).
  • Garis Horizontal → diberi label angka (1, 2, 3, …).
  • Titik / perpotongan dua garis dituliskan dalam bentuk (Huruf, Angka).
    Contoh: (B, 4) berarti perpotongan garis vertikal B dengan garis horizontal 4[4].

2.2 Menyebutkan Lokasi

  • Setiap objek (tanda X, kota pada peta, kubus, balok, dll.) dapat diberi koordinat.
  • Penulisan yang tepat: (Huruf, Angka), tanpa spasi di antara tanda kurung dan koma.

2.3 Jarak Horizontal & Vertikal

  • Jarak horizontal = selisih kolom (huruf).
  • Jarak vertikal = selisih baris (angka).
  • Jarak diukur dalam kotak yang dilalui, bukan dalam satuan panjang.
  • Tidak termasuk diagonal – langkah diagonal tidak diperbolehkan pada soal‑soal jarak.

Contoh: Dari (B, 3) ke (E, 3) → 3 kotak ke kanan; dari (B, 3) ke (B, 6) → 3 kotak ke atas.

Referensi contoh ini terdapat pada panduan “Eksplorasi 3.4 Menentukan Jalur dan Jarak antara Dua Titik”[4].

2.4 Jalur Terpendek (Manhattan Distance)

  • Jalur terpendek = jarak horizontal + jarak vertikal.
  • Representasi langkah: setiap kotak yang dilalui merupakan satu “turus” (siswa perantara).

Contoh: Dari (A, 1) ke (D, 4) → 3 kotak ke kanan + 3 kotak ke atas = 6 langkah.


3. Langkah‑Langkah Pengajaran

TahapKegiatan GuruKegiatan SiswaAlat/Bahan
A. PendahuluanMenyajikan gambar papan berpetak, menanyakan contoh peta sederhana.Menjawab pertanyaan, memberi contoh lokasi pada peta.Papan/slide gambar grid, spidol.
B. Eksplorasi 3.3 – Menentukan LokasiMenunjukkan cara menandai titik X pada (B, 4) dan O pada (D, 1).Menyalin cara menulis koordinat, menandai titik pada kertas berpetak.Kertas bergaris kotak, pensil, penghapus.
C. Praktik MandiriMembagi siswa menjadi kelompok; tiap kelompok menggambar denah kelas dalam sistem berpetak.a. Membuat denah kelas.
b. Menuliskan lokasi tiga teman (misalnya (A, 2), (C, 4), (E, 1)).
c. Menempatkan gambar kubus/balok pada koordinat tertentu.
Kertas bergaris, penggaris, gambar kubus/balok (potongan kertas).
D. Eksplorasi 3.4 – Menentukan Jalur & JarakMenjelaskan konsep “turus” (siswa perantara). Memberikan contoh pesan berantai.Menghitung berapa “turus” diperlukan antara dua titik, menuliskan jalur horizontal‑vertical yang mungkin.Lembar kerja soal jarak, kartu koordinat.
E. Refleksi & PenilaianMengajukan pertanyaan: “Bagaimana cara menuliskan lokasi? Bagaimana menghitung jarak?”Menjawab secara lisan atau tertulis.Daftar pertanyaan, lembar evaluasi.


4. Contoh Soal & Penyelesaiannya

4.1 Menentukan Lokasi

Soal 1
Pada gambar grid berikut, letakkan tanda ★ pada koordinat (C, 5).

Penyelesaian
Buatlah kolom C dan baris 5, kemudian beri tanda ★.

4.2 Menghitung Jarak

Soal 2
Titik A berada di (B, 2) dan titik B berada di (E, 5).
a) Hitung jarak horizontal.
b) Hitung jarak vertikal.
c) Berapa langkah terpendek yang diperlukan untuk berpindah dari A ke B?

Penyelesaian

| a) Horizontal | Selisih huruf B → E = 3 kotak (C, D, E). | | b) Vertikal | Selisih angka 2 → 5 = 3 kotak (3, 4, 5). | | c) Total | 3 + 3 = 6 langkah (jalur: kanan‑kanan‑kanan‑atas‑atas‑atas). |

4.3 Penempatan Kubus/Balok

Soal 3
Gambar sebuah kubus berukuran 2×2 kotak dan letakkan pada koordinat (A, 1) (titik kiri‑bawah kubus). Sebutkan koordinat keempat titik sudut atas‑kanan kubus.

Penyelesaian
Kubus 2 kotak → titik sudut kanan‑atas berada pada (B, 2). Koordinat keempat titik (bawah‑kanan) = (B, 1); (atas‑kiri) = (A, 2).


5. Penilaian (Formatif & Sumatif)

InstrumenKompetensi yang DinilaiContoh Item
Observasi selama Eksplorasi 3.3Menyebutkan koordinat secara tepatGuru memeriksa catatan koordinat siswa.
Lembar Kerja (Latihan 3.3 & 3.4)Menghitung jarak horizontal/vertikalSoal jarak antara dua titik pada grid.
Tes Tertulis akhir babSemua indikator (lokasi, jarak, jalur terpendek, aplikasi pada kubus/balok)Pilihan ganda & isian singkat, contoh: “Tuliskan letak balok pada (D, 3)”.
Proyek Mini (Denah kelas)Menerapkan konsep dalam konteks nyataSiswa membuat denah kelas, menuliskan lokasi 5 objek.

Kriteria penilaian menggunakan rubrik 4 tingkat (Sangat Baik, Baik, Cukup, Kurang) dengan poin pada akurasi, prosedur, dan laporan.


6. Media & Sumber Belajar

MediaKegunaan
Buku teks resmiMatematika Kelas VI, Kemdikbud (hal 91‑94)Menyajikan teori, contoh, dan latihan.
Slide PowerPoint – diagram grid, contoh koordinat (B, 4) & (D, 1)Mempermudah visualisasi.
Lembar kerja – “Menentukan Lokasi” & “Menentukan Jalur”Praktik individu/kelompok.
Alat manipulatif – papan berpetak ukuran A4, potongan kertas balok/kubusMembantu pemahaman spasial.
Aplikasi daring – GeoGebra Classic (fitur grid)Simulasi interaktif, terutama untuk pembelajaran jarak jauh.


7. Penutup

Materi Lokasi (Koordinat) pada sistem berpetak merupakan fondasi penting dalam pengembangan kemampuan spasial, logika, dan pemecahan masalah pada siswa kelas 6. Dengan menguasai cara menuliskan koordinat, menghitung jarak horizontal‑vertikal, serta menerapkannya pada bangun ruang (kubus, balok) dan peta sederhana, siswa siap melanjutkan ke materi geometri lebih kompleks di kelas‑kelas berikutnya (mis. bidang datar, volume).

Guru dapat memanfaatkan urutan kegiatan eksplorasi → praktik → refleksi untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa sebagaimana dianjurkan Kurikulum Merdeka.


Referensi

  1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Matematika Kelas VI – Kurikulum Merdeka (2022). Hal 91‑94. (PDF). Diakses 17 Jan 2026. [4]
  2. Buku Guru Matematika Kelas VI (Implementasi Kurikulum 2022). Lembar kerja “Menentukan Lokasi” dan “Menentukan Jalur”.
  3. GeoGebra Classic, https://www.geogebra.org/classic (alat visualisasi grid).

Posting Komentar untuk "Materi Matematika Kelas 6 – Bab 3: Kubus dan Balok (Sub-bab: Lokasi pada Sistem Berpetak)"